Editor's Message1

Alangkah indahnya ketika memulai sesuatu hati kita terpaut kepada Allah SWT. Dia akan menjaga hati-hati kita ini dari debu-debu yang membuatnya menjadi kabur. Dia akan menjaga pikiran-pikiran kita dari batas-batas yang mungkin tertembus oleh logika semata. Dia-lah Allah, Tuhan yang menyayangi dan mengasihi hamba-Nya sesuai fitrah kita.
Selamat Menikmati!

searching

Loading...

Cari E-Book

FREE EBOOK

Friday, November 20, 2015

Yuk Tahsin! Pelajaran 3

Yuk Tahsin!
Pelajaran 3 : Ghunnah

Secara bahasa ghunnah adalah gema atau dengung. Sedangkan menurut istilah adalah suara dari rongga hidung yang menyertai huruf ن  dan م.

Tempo bacaan ghunnah boleh dibaca lebih dari 2 harokat. (Tajwid lengkap asy-Syafii, Abu Ya’la kurnaedi)

Beberapa bacaan yang dibaca ghunnah (dengung) 
1. Nun dan mim bertasydid (نّ   مّ )

Hukum membaca huruf nun dan mim bertasydid dengan ghunnah/ dengung adalah wajib.
Contoh :
عَمَّ    اِنَّ    اِمَّا    تَمُوْتُنَّ

Kesalahan yang  sering terjadi : Tidak mendengungkan ketika membaca مّ dan نّ

2. Ikhfa’ hakiki dan ikhfa syafawi
2.1. Ikhfa hakiki
Ikhfa’  hakiki adalah mengucapkan huruf dengan samar, dibaca antara idzhar dan idghom tanpa tasydid pada huruf pertama.

Friday, November 13, 2015

Yuk Tahsin! Pelajaran 2

Yuk Tahsin!
Pelajaran 2 : Mad

Mad ialah 
اِطَالَةُ الصَوتِ بِحَرفٍ مِن حُرُوفِ المَدِّ

Memanjangkan suara pada salah satu huruf mad.


Huruf mad ada tiga yaitu : 
ا و ي

Mad terbagi menjadi 2, yaitu Mad Ashli / mad thobi’i dan Mad Far’i
1. Mad Ashli / mad thobi’i
  • Panjang bacaannya 2 harokat
  • Apabila ا didahului (َ  ), يْ didahului ( ِ  ) dan وْ didahului ( ُ  ).
  • Contoh:

بَا  بِيْ  بُوْ

KESALAHAN YANG SERING TERJADI
  • Tidak konsisten dalam memanjangkan mad ashli menjadi 2 harakat, terkadang dibaca lebih.
  • Menambah huruf hamzah ketika mewaqofkan
  • Misalnya ketika membaca  وَٱلضُّحَىٰ   dibaca وَٱلضُّحَاء                       
 غفورا  menjadi   غفوراء

Friday, November 6, 2015

Yuk Tahsin! Pelajaran 1

Yuk Tahsin!

Pelajaran 1 : HAROKAT 

Harokat yang dimaksud adalah  penyebutan fathah (ــَـ), kasroh  (ــِـ) dan dhomma (ــُـ).

1. Ketika mengucapkan huruf bertanda dhammah (ــُـ), maka cara membacanya dengan mengumpulkan (memonyongkan) dua bibir secara sempurna.
2. Ketika mengucapkan huruf bertanda kasrah (ــِـ), maka cara membacanya dengan menurunkan bibir bagian bawah.
3. Ketika mengucapkan huruf bertanda fathah (ــَـ), maka cara membacanya dengan membuka dua bibir/rongga mulut secara sempurna. (Manzumah al-Mufid fi at-Tajwid, Ahmad Ath-Thiby)


KESALAHAN YANG SERING TERJADI

❌Memonyongkan mulut diharokat fathah (ــَـ).
Misalnya ketika menyebut huruf   صَ ضَ طَ ظَ خَ غَ قَ رَ

✅Yang benar adalah tidak memonyongkan mulut ketika huruf berharokat fathah (ــَـ)

PENGECUALIAN 
Khusus huruf و mulut dimonyongkan disetiap harokat
Contoh 

اِنْ كُنْتُمْ 
✅Ketika membaca كُ (ku) mulut dimonyongkan, namun ketika membaca huruf setelahnya yaitu nun sukun نْ, mulut tidak lagi dimonyongkan.

✅Begitupun ketika membaca  تُ(tu) mulut kembali dimonyongkan dan ketika masuk ke مْ mulut tidak lagi dimonyongkan.


sumber:
grup wa TTQ

IJMA' : Surah Al-Ikhlash

IJMA’ (Itqan Juz ‘Amma)

Surah al-Ikhlash (4 ayat)
Ayat dan Terjemahan

قُلۡ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١  ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢   لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ ٣   وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدُۢ ٤  
1. Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa 2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu 3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan 4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia"

Penjelasan Ahkam Tajwid

✅ Di akhir dari tiap ayat pada surah al-Ikhlash dibaca dengan sifat qalqalah, yaitu suara memantul
✅ Tidak ada bacaan dengung
✅ Pengucapan Lam pada lafzh Jalalah pada dua ayat awal tidak boleh menyerupai pengucapan Waw

Bacaan Syaikh Ayman Suwayd Rusydi حفظه الله (Muqri’ sanad al-Qur’an ke-29)
🎥 Video: klik untuk melihat

Thursday, November 5, 2015

IJMA' : Surat Al-Falaq

IJMA’ (Itqan Juz ‘Amma)

Surah al-Falaq (5 ayat)
Ayat dan Terjemahan

قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلۡفَلَقِ ١   مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ٢   وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ٣  وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِي ٱلۡعُقَدِ ٤  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥  

1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh 2. dari kejahatan makhluk-Nya 3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita 4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul 5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.

✅Di akhir dari tiap ayat pada surah al-Falaq dibaca dengan sifat qalqalah, yaitu suara memantul
pada min syarri maka berlaku hukum dengung, di mana suara nun pada min menjadi samar ketika bertemu huruf syin (hukum ini dinamakan ikhfa)
✅Adapun ketika tanwin bertemu dengan huruf Hamzah (أ) dan Ha (ح) maka hukum nun dibaca jelas, tidak boleh didengungkan atau disamarkan 
✅Nun di baca dengung pada kata annaffatstsat (النفثت)